Mengapa Meneliti Indonesia?

February 24, 2008 at 12:49 am 1 comment

Indonesia adalah laboratorium ilmu sosial yang kaya dan unik. Kata-kata ini pernah diungkapkan seseorang kepada saya beberapa tahun yang lalu. Kaya dalam arti banyak kemungkinan topik-topik riset yang menarik. Unik dalam arti tidak ada duanya dibandingkan negara lain di dunia ini. Kerumitan masalah dan perubahan sistem ekonomi-politik secara drastis adalah alasannya. Sebut saja beberapa kejadian dramatis dalam sejarah ekonomi-politik Indonesia adalah krisis minyak awal tahun 80-an, kemudian deregulasi besar-besaran untuk mendorong ekspor non-migas tahun 1983-1986, liberalisasi sektor finansial dan perbankan sejak pertengahan 1983 dan tahun 1988 deregulasi perbankan, dan krisis ekonomi tahun 1998 dibarengi pergantian rezim dan program otonomi daerah secara big-bang. Kejadian terakhir tahun 1998 adalah hal yang paling dramatis dalam sejarah ekonomi-politik di Indonesia. Sistem politik Indonesia berubah total dari sistem sentralistis menjadi negara yang sangat demokratis, bahkan melebihi Amerika Serikat sekalipun dimana satu orang bisa memilih presiden secara langsung, ove man one vote, di Amerika tidak.

Indonesia dengan segala keunikannya telah menginspirasi beberapa ekonom dunia dengan ide riset yang brilian. Paling tidak ada tiga artikel tentang Indonesia selama tahun 2000-an ini di jurnal American Economic Review. Satu paper membahas tentang pendidikan di Indonesia (Duflo, 2001). Paper ini membahas pengaruh pengeluaran belanja fisik SD Inpres terhadap produktivias dan upah. Paper kedua (Fisman, 2001) tantang value of political connections. Paper ini mengestimasi nilai relasi politik dilihat kedekatan suatu perusahaan terhadap Soeharto. Nilai ini diestimasi dengan melihat harga saham perusahaan-perusahaan tersebut ketika ada rumor Soeharto sakit selama periode 1995-97. Paper yang lain (Amiti & Konings, 2007) membahas pembuktian teori keunggulan komparatif, dimana penghapusan tarif akan mendorong produktivitas. Paper lain di Journal of Financial Economics yang merupakan terusan paper Fisman membahas bagaimana nilai relasi politik dengan Soeharto berkurang setelah Soeharto jatuh (Leuza and Geeb, 2006).

Para penulis keempat paper ini sangat jeli melihat topik yang diangkat. Secara ide topik yang diangkat adalah hal yang umum atau teori yang umum, seperti pengaruh alokasi anggaran pendidikan terhadap upah dan produktivitas; kedekatan politik itu bernilai bagi perusahaan; dan penurunan tariff barriers akan meningkatkan produktivitas. Tapi, kelebihan para penulis tersebut adalah dengan mengangkat kasus di Indonesia mereka bisa membuktikan dengan jelas, jernih dan tanpa keraguan teori-teori tersebut. Mereka bisa menemukan kasus yang relatif “bersih” dari permasalahan yang biasa dihadapi para ilmuwan sosial.

Saya mencatat paling tidak ada dua masalah penting yang selalu dihadapi para ilmuwan sosial ketika meneliti hubungan sebab-akibat antar variabel yaitu bagaimana mengontrol pengaruh environmental/contextual variables dan ommited variables.

Evironmental/contextual variables atau bisa disebut juga sebagai interfering variables atau moderator variables sering “mengganggu” peneliti ilmu sosial yang sedang meneliti suatu hubungan antar variabel. Peneliti ilmu sosial selalu kesulitan mengontrol pengaruh contextual effects, karena variabel ini adalah hal yang given dalam penelitian ilmu sosial. Tidak jarang hal ini mengakibatkan kesimpulan yang diambil tentang hubungan antar variabel tidak begitu meyakinkan. Berbeda dengan ilmu eksakta, dimana pengaruh contextual variables bisa dengan mudah dikontrol ketika pengujian hubungan sebab-akibat antar variabel dilakukan. Misalnya, jika ingin mengetahui pengaruh suatu variabel X terhadap Y didalam ruangan yang suhu berbeda, si peneliti tinggal merubah saja suhu diruang laboraturiumnya.

Masalah lain yang sering dirasakan peneliti ilmu sosial adalah masalah ommited variables. Jika ditemukan X berpengaruh secara signifikan terhadap Y, apakah pengaruh ini tidak akan hilang atau menjadi tidak signifikan jika variabel lain dimasukan kedalam model. Keterbatasan data sering membuat hal ini sulit diuji.

Mungkin keunikan Indonesia sebagai obyek penelitian hanya bisa ditandingi negara Cina. Banyak paper-paper tentang Cina kemudian terbit di jurnal internasional. Salah satu paper yang sangat fenomenal tentang Cina adalah tentang transisi ekonomi Cina dari sistem komando ke sistem ekonomi pasar. Paper ini membahas bagaimana justifikasi teori ekonomi terhadap pendekatan “dual track approach” dalam transisi ekonomi di Cina, dimana pada saat yang bersamaan Pemerintah Cina masih menerapkan sistem perencanaan tapi dilain sisi memperkenalkan pola insentif yang merupakan cerminan mekanisme pasar (Lau, Qian and Roland, 2000).

Namun demikian, ada bedanya antara paper-paper tentang Indonesia dibandingkan tentang Cina. Paper-paper tentang Cina ditulis oleh orang Cina, tapi paper-paper tentang Indonesia ditulis oleh bukan orang Indonesia…

Referensi:
*) Amiti, Mary; Konings, Jozef (2007).”Trade Liberalization, Intermediate Inputs, and Productivity: Evidence from Indonesia”. The American Economic Review, Vol. 97, No5, , pp. 1611-1638(28)
*) Duflo, Esther (2001). “Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Unusual Policy Experiment”. The American Economic Review, Vol. 91, No. 4, pp. 795-813.
*) Fisman, Raymond (2001). “Estimating the Value of Political Connections” The American Economic Review, Vol. 91, No. 4, pp. 1095-1102
*) Lau, Lawrence J., Yingyi Qian, Gerard Roland (2000).”Reform Without Losers: An Interpretation of China’s Dual-Track Approach to Transition”. The Journal of Political Economy, Vol. 108, No. 1, pp. 120-143
*) Leuza, Christian and Felix Oberholzer-Geeb (2006). “Political relationships, global financing, and corporate transparency: Evidence from Indonesia”. Journal of Financial Economics, Vol. 81, Issue 2, Pages 411-439

Advertisements

Entry filed under: B. Issues.

Paper tentang Persaingan Usaha Microsoft Guilty in Europe

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Blog Stats

  • 10,104 hits

%d bloggers like this: